Monday, 15 November 2010

Tawar Gula...

Tak semudah kau sangka
Melepaskan kau pergi
Hati yang meronta, hampa kecewa
ku tekad sembunyikannya dari pandanganmu

Hati ini sangat telus...
Sukar untuk ditembusi...
Gagal untuk menipu...
Walaupun ianya pahit... 


Aku rela begini
Berakhirnya di sini
Dari bersamamu terus berpura
Setelah cinta tiada lagi di hatimu
Hati rela untuk pergi...
Karna kejujuran itu sangat mahal...
Tiada tara emas dan berlian...
Jua kerelaan yang tiada bandingnya...


Ku hapuskan airmata dari mengiringi
kesengsaraan mengharung perpisahan ini
ku pujuk jiwa nestapa
pendamkanlah duka
pasrah pada lara ketentuan ini

Hati yang sedih...
Tiada siapa tahu...
Menyeksa batin sang empunya...
Merobek luka yang kian parah...
Pendam...
Simpan...
Hanya hati yang tahu...






Tak semudah kau rasa
melepaskan kau pergi
hati yang terluka dikunjung jua
kerinduan yang tidak tertanggung terhadapmu

Hari-hari yang mendatang...
Ditempuh dengan tabah dan pasrah...
Itulah secebis daging...
yang bernama hati...




Sesungguhnya
ku tahu betapa sukar untukku
menempuh hidup
walau sehari tanpamu
ku terseksa 

Untuk kesekian kalinya...
Hati benar-benar tidak mampu berbohong...
Perkara bernar atau salah...
Tidak sekali-kali mampu berdusta...




Jagailah dan peliharalah hati...
karna...
memiliki hati yang tulus itu bukan mudah...
genggamlah seeratnya...
agar tidak terlepas... 


ENTAHLAH... AKU PUN TAK TAHU...
  

2 comments:

achik ezam said...

lama tak dengor kabor berita....

kok sedih bebenor deq...

kenapakah????

Raine Courtemanche said...

wahh , beginikah fasilitator ku..
hahaha :D